REHABILITASI KAWASAN MANGROVE DI DESA MOOTINELO KECAMATAN KWANDANG KABUPATEN GORONTALO UTARA
Abstract
Ekosistem mangrove mempunyai peran dan fungsi tertentu sebagai suatu ekosistem yang banyak dihidupi oleh fauna yang saling berasosiasi dengan ekosistem mangrove itu sendiri. Tujuan dari pengebdian ini adalah merehabilitasi kawasan mangrove yang sudah terdegradasi dan di alihfungsikan menjadi tambak melalui penanaman, serta mengedukasi masyarakat untuk melestarikan kawasan mangrove. Pelaksanaan pengabdian dilaksanakan di Desa Mootinelo, Kecamatan Kwandang, Kabupaten Gorontalo Utara melalui dua tahap yaitu tahap persiapan dan tahap pelaksanaan. Berdasarkan hasil observasi lapangan menunjukkan kawasan mangrove yang sudah rusak yang dahulu dijadikan sebagai tambak. Hasil analisis dilapangan didapatkan bahwa mangrove jenis Rhizophora yang cocok untuk substrat yang berada dilokasi tersebut. Kegiatan penanaman dilakukan oleh masyarakat setempat, dengan melibatkan bapak-bapak, ibu-ibu dan generasi muda serta aparat desa. Masyarakat antusias dalam melakukan kegiatan rehabilitasi ini di karenakan memiliki persepsi yang sama dengan aparat desa yang ingin memulihkan kawasan mangrove yang sudah terjadi kerusakan.
Kata Kunci : Rehabilitasi, Mangrove, Rhizophora
Full Text:
PDFReferences
Baderan, Dewi Wahyuni K. 2013. Model Valuasi Ekonomi sebagai Dasar untuk Rehabilitasi Kerusakan Hutan Mangrove di Wilayah Pesisir Kecamatan Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Provinsi Gorontalo. Disertasi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta
Bengen, D.G. 2001. Pedoman Teknis Pengenalan dan Pengelolaan Ekosistem Mangrove. Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor, Indonesia.
[DKP] Departemen Kelautan dan Perikanan. (2010). Pedoman Umum Kelembagaan Tempat Pelelangan Ikan. Direktorat Pemasaran Dalam Negeri. Direktorat Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan. Jakarta: Departemen Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia
Kustanti A, 2011 Majemen Hutan Mangrove. IPB pres, Bogor
Mulyadi, E., Laksmono, R., dan Aprianti, D. (2009). Fungsi Mangrove Sebagai Pengendali Pencemar Logam Berat. Jurnal Ilmiah Teknik Lingkungan 1: 33-39
Peraturan Menteri Kehutanan. No. 03/MENHUT- V/2004. Tentang Pedoman Pembuatan Tanaman Penghijau Kota Gerakan Nasional Rehabilitasi Hutan dan Lahan.
Prabhakaran J., D., Kavitha. (2012). Ethnomedicinal importance of Mangrove species of Pitchavaram. International Journal of Research in Pharmaceutical and Biomedical Sciences. 3 (2) : 611-614.
Refbacks
- There are currently no refbacks.






